Lindungi Anak dari Risiko Cacingan, Puskesmas Klirong I Gelar POPM Kecacingan Tahap 2 Tahun 2026
Lindungi Anak dari Risiko Cacingan, Puskesmas Klirong I Gelar POPM Kecacingan Tahap 2 Tahun 2026
Klirong, Oktober 2026 — Puskesmas Klirong I melaksanakan kegiatan Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Kecacingan Tahap 2 Tahun 2026 bagi anak usia sekolah, anak TK/PAUD, serta balita di Posyandu wilayah kerjanya. Kegiatan ini dilaksanakan sepanjang Oktober 2026 di masing-masing sekolah dan Posyandu sesuai jadwal yang telah ditentukan. POPM Kecacingan merupakan salah satu upaya kesehatan masyarakat untuk mencegah dan mengendalikan infeksi kecacingan pada anak. Infeksi cacing yang tidak ditangani dapat mengganggu penyerapan zat gizi, memicu anemia, serta berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan anak.
Sasaran kegiatan ini meliputi anak usia 1–12 tahun, yaitu balita yang mendapatkan pelayanan di Posyandu, anak TK/PAUD, serta siswa SD/MI kelas 1 hingga kelas 6. Pemberian obat dilakukan secara gratis melalui sekolah dan Posyandu dengan melibatkan petugas kesehatan serta pihak terkait. Pemberian obat pencegahan kecacingan dilaksanakan secara berkala, umumnya dua kali dalam setahun atau setiap enam bulan, sesuai ketentuan program. Jenis obat yang digunakan mengikuti pedoman yang berlaku dan diberikan dengan memperhatikan usia serta kondisi anak.
Selain pemberian obat, upaya pencegahan kecacingan perlu didukung dengan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak perlu dibiasakan mencuci tangan menggunakan sabun, menjaga kebersihan kuku, memakai alas kaki saat bermain di tanah, mengonsumsi makanan yang bersih dan matang, serta menggunakan jamban sehat.
Melalui kegiatan POPM Kecacingan Tahap 2 Tahun 2026, Puskesmas Klirong I berharap risiko infeksi kecacingan pada anak di wilayah kerjanya dapat dikurangi. Dukungan orang tua, tenaga pendidik, kader Posyandu, dan masyarakat sangat diperlukan agar pemberian obat serta pembiasaan hidup bersih dan sehat dapat berjalan berkesinambungan, sehingga anak-anak dapat tumbuh sehat, aktif, dan mencapai perkembangan yang optimal.
