Skrining TBC Digelar di Kebadongan, 23 Warga Jalani Pemeriksaan Dahak
Skrining TBC Digelar di Kebadongan, 23 Warga Jalani Pemeriksaan Dahak
Klirong, 8 September 2026 — Upaya menemukan kasus Tuberkulosis (TBC) secara aktif terus dilakukan oleh Puskesmas Klirong I. Salah satunya melalui kegiatan Active Case Finding (ACF) yang dilaksanakan di Desa Kebadongan pada Selasa, 8 September 2026.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Tim ACF Puskesmas Klirong I bersama Pemerintah Desa Kebadongan dengan melibatkan masyarakat sebagai sasaran pemeriksaan. ACF menjadi salah satu strategi proaktif untuk menemukan terduga TBC lebih dini, sehingga masyarakat yang memiliki indikasi atau faktor risiko dapat segera mendapatkan pemeriksaan dan tindak lanjut.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pendaftaran dan pemeriksaan berat badan serta tinggi badan peserta. Selanjutnya, masyarakat menjalani skrining TBC dan pemeriksaan tekanan darah untuk mengetahui kondisi kesehatan sekaligus mengidentifikasi peserta yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut. Peserta yang memerlukan pemeriksaan lanjutan kemudian mendapatkan pemeriksaan oleh dokter Puskesmas Klirong I. Selain pemeriksaan kesehatan, kegiatan juga diisi dengan penyuluhan mengenai TBC oleh Tim Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Kebumen. Penyuluhan diberikan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai gejala TBC, cara penularan, pencegahan, serta pentingnya melakukan pemeriksaan apabila mengalami gejala yang mengarah pada TBC.
Dari 100 orang yang mengikuti skrining TBC, ditemukan sebanyak 23 orang yang masuk dalam kategori suspek/terduga TBC. Terhadap 23 orang tersebut kemudian dilakukan pengambilan sampel dahak untuk pemeriksaan laboratorium lebih lanjut. Pengambilan sampel dahak merupakan bagian dari proses pemeriksaan untuk memastikan kondisi kesehatan peserta. Hasil pemeriksaan selanjutnya menjadi dasar dalam menentukan tindak lanjut sesuai dengan kondisi masing-masing.
Kegiatan ACF di Desa Kebadongan menjadi salah satu bentuk upaya Puskesmas Klirong I untuk mendekatkan pelayanan deteksi dini TBC kepada masyarakat. Penemuan kasus secara aktif diharapkan dapat membantu mempercepat proses pemeriksaan dan penanganan apabila ditemukan kasus TBC. Selain peran tenaga kesehatan, keterlibatan pemerintah desa dan masyarakat juga sangat penting dalam mendukung pengendalian TBC. Kesadaran untuk memeriksakan diri ketika mengalami gejala yang mengarah pada TBC dapat membantu mencegah keterlambatan penanganan sekaligus mengurangi risiko penularan di lingkungan sekitar.
Puskesmas Klirong I berharap kegiatan Active Case Finding dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya mereka yang memiliki faktor risiko TBC. Dengan kolaborasi antara Puskesmas, pemerintah desa, dan masyarakat, diharapkan kasus TBC dapat ditemukan lebih dini, segera mendapatkan penanganan yang tepat, serta upaya pengendalian TBC di wilayah Kecamatan Klirong dapat semakin optimal.
