Puskesmas Klirong Lakukan Survei Kesehatan Lingkungan di SPPG Yayasan Suka Tunggal Bersinar II
Puskesmas Klirong Lakukan Survei Kesehatan Lingkungan di SPPG Yayasan Suka Tunggal Bersinar II
Kamis, 9 Oktober 2025 — Tim Puskesmas Klirong melaksanakan kegiatan Survei Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Suka Tunggal Bersinar II. Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah memastikan bahwa makanan yang disajikan melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya bergizi, tetapi juga aman dan memenuhi standar kebersihan lingkungan.
Pelaksanaan survei ini berpedoman pada Surat Edaran Kementerian Kesehatan Nomor HK.02.02/C.I/4202/2025 tentang percepatan penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi. Melalui surat edaran tersebut, Kemenkes menekankan pentingnya percepatan penerbitan sertifikat bagi seluruh SPPG agar pengelolaan makanan dalam program MBG berjalan sesuai ketentuan kesehatan.
Untuk memperoleh SLHS, SPPG diwajibkan melengkapi sejumlah persyaratan seperti surat permohonan resmi, dokumen penetapan dari Badan Gizi Nasional (BGN), denah dapur, serta bukti pelatihan keamanan pangan siap saji bagi para penjamah makanan. Persyaratan ini memastikan seluruh proses penyajian makanan dilakukan secara aman dan sesuai standar sanitasi.
Survei IKL bertujuan memastikan keamanan pangan dan kebersihan lingkungan di setiap SPPG pelaksana program MBG. Melalui kegiatan ini, petugas kesehatan menilai sejauh mana fasilitas pengolahan makanan memenuhi standar higienitas dan sanitasi.
Lebih dari sekadar pemeriksaan rutin, survei ini juga bertujuan untuk:
-
Menilai kelayakan lingkungan dan peralatan dapur.
-
Memberikan rekomendasi perbaikan bila ditemukan kekurangan.
-
Meningkatkan kepatuhan pengelola terhadap standar kesehatan.
-
Menjamin makanan yang disajikan aman dikonsumsi oleh masyarakat, khususnya anak-anak sekolah.
Kegiatan ini merupakan bentuk nyata upaya preventif dan promotif dalam menjaga kesehatan masyarakat. Dengan memastikan dapur dan lingkungan pengolahan makanan bersih serta memenuhi standar, maka risiko penyakit akibat makanan dapat diminimalkan. Survei diawali dengan koordinasi antara tim kesehatan lingkungan Puskesmas dan pengelola SPPG. Petugas kemudian melakukan pemeriksaan langsung terhadap beberapa aspek penting, antara lain kualitas air bersih, kebersihan dapur, peralatan masak, serta penyimpanan bahan makanan. Tim juga menilai cara penjamah pangan dalam bekerja, mulai dari penggunaan alat pelindung diri seperti celemek dan penutup kepala, hingga kebiasaan cuci tangan sebelum dan sesudah mengolah makanan. Semua aspek tersebut dinilai untuk memastikan tidak terjadi kontaminasi silang yang bisa membahayakan keamanan makanan.
Selain itu, sumber air yang digunakan untuk memasak dan mencuci bahan makanan turut diperiksa. Air harus memenuhi syarat kesehatan, baik dari segi fisik, kimia, maupun mikrobiologi. Jika ditemukan potensi risiko, tim akan memberikan rekomendasi perbaikan agar standar kebersihan tetap terjaga.
Kegiatan Survei IKL di SPPG Suka Tunggal Bersinar II menjadi langkah penting dalam menjamin kualitas pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis. Melalui pemeriksaan dan pembinaan langsung, tim kesehatan memastikan bahwa aspek higienitas, sanitasi, dan keamanan pangan terpenuhi dengan baik. Karena pada akhirnya, makanan bergizi baru bermakna jika disajikan dengan aman dan dalam lingkungan yang bersih. Dengan komitmen bersama antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan pengelola SPPG, cita-cita mewujudkan generasi sehat, cerdas, dan bebas penyakit dapat tercapai.
