Perkuat Upaya Perbaikan Gizi Balita, Puskesmas Klirong I Berikan Susu PDK bagi Balita Wasting
Perkuat Upaya Perbaikan Gizi Balita, Puskesmas Klirong I Berikan Susu PDK bagi Balita Wasting
Klirong, 13 Agustus 2026 — Puskesmas Klirong I terus memperkuat upaya perbaikan status gizi balita melalui pemberian Pangan Olahan Diet Khusus (PDK) atau Pangan untuk Keperluan Medis Khusus (PKMK) bagi balita dengan masalah gizi kurang (wasting) di wilayah kerja Puskesmas Klirong I. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 13 Agustus 2026, bertempat di Puskesmas Klirong I. Sebanyak 12 balita dengan kondisi gizi kurang (wasting) mengikuti kegiatan ini. Pemberian susu PDK/PKMK merupakan salah satu bentuk intervensi untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi balita sesuai kondisi masing-masing, mendukung perbaikan berat badan dan pertumbuhan, serta mencegah masalah gizi berlanjut yang dapat berdampak pada tumbuh kembang anak.
Kegiatan diawali dengan proses pendaftaran, kemudian dilanjutkan dengan pengukuran berat badan dan tinggi badan (BB/TB) untuk mengetahui kondisi pertumbuhan balita. Selanjutnya, balita mendapatkan pemeriksaan oleh dokter untuk menilai kondisi kesehatan dan menentukan tindak lanjut yang diperlukan. Pada balita dengan indikasi medis, dilakukan pula pemeriksaan penunjang berupa pemeriksaan hemoglobin (Hb) atau gula darah. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk membantu mengetahui kondisi kesehatan yang dapat berkaitan dengan status gizi maupun memerlukan perhatian lebih lanjut. Setelah melalui rangkaian pemeriksaan, balita mendapatkan susu PDK/PKMK disertai edukasi kepada orang tua atau pengasuh mengenai tata cara pemberian susu yang tepat. Edukasi menjadi bagian penting agar pemberian susu di rumah dapat dilakukan sesuai anjuran dan mendukung keberhasilan intervensi gizi.
Pemberian susu PDK direncanakan berlangsung selama tiga bulan. Selama periode tersebut, perkembangan kondisi balita akan dipantau secara berkala melalui monitoring setiap dua minggu sekali. Pemantauan dilakukan untuk melihat perkembangan berat badan, pertumbuhan, serta kondisi balita dan memastikan intervensi dapat berjalan sesuai kebutuhan. Melalui kegiatan ini, Puskesmas Klirong I tidak hanya berfokus pada pemberian intervensi gizi, tetapi juga memastikan adanya pemeriksaan, edukasi, dan pemantauan secara berkelanjutan. Peran orang tua menjadi sangat penting dalam mendukung pemenuhan kebutuhan gizi anak serta mengikuti anjuran tenaga kesehatan selama proses pendampingan.
Puskesmas Klirong I berharap pemberian PDK/PKMK yang disertai dengan pemantauan rutin dapat membantu memperbaiki status gizi balita wasting, mendukung tumbuh kembang yang optimal, serta mencegah terjadinya masalah gizi yang lebih berat. Dengan kolaborasi antara tenaga kesehatan dan keluarga, diharapkan setiap balita dapat tumbuh sehat dan mencapai tumbuh kembang sesuai potensinya.(fk)
